Smart, creative, and inpirative

The Digital Revolution in Education: A New Era

Image
The Digital Revolution in Education: A New Era The advancement of the digital world has significantly influenced our lives, particularly in the field of education. Parents and teachers often face challenges in monitoring their children or students. Nevertheless, the digital revolution is an inevitable part of modern life. Therefore, the author discusses the most pressing issues related to this revolution, including its definition, impact, and the major transformations it brings about.     The integration of digital technologies into education has significantly reshaped how teaching and learning occur. With the emergence of the internet and advanced digital tools, students now have unprecedented access to information, allowing them to engage in self-guided learning from virtually any location at any time. This shift has helped break down traditional barriers like geography and scheduling, making education more inclusive and accessible to a broader audience (Kumar, 2023).  ...

Pembantaian Muslim di Uighur, Cina. Kemana Indonesia dan HAM PBB?

 Pembantaian Muslim di Uighur, Cina

Hasil gambar untuk muslim uighur
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang penduduknya mayoritas muslim di dunia; akan tetapi kenapa Indonesia diam dengan seribu bahasa terhadap pembantaian muslim yang terjadi di Uighur, cina. Hingga saat ini bangsa Indonesia secara resmi kok belum juga menunjukan solidaritasnya terhadap nasib kaum muslimin Uighur, cina. Ada apa sebenarnya?

Indonesia terkenal tidak hanya dengan politik luar negerinya yang bebas dan aktif; akan tetapi juga terkenal dengan negara yang tidak suka terhadap bangsa atau kaum colonialism. Karena  Bangsa Colonialism adalah bangsa yang sesungguhnya yang menjadi kehawatiran kedamaian, dan keselamatan dunia, bukan kaum Idealism.

Kaum idealism adalah korban dari kelicikan kaum atau bangsa colonialism karena kaum atau bangsa colonialism sesungguhnyalah yang berada dibelakang dan sekaligus sebabagai aktor utama perusak perdamaian dunia, pemusnaan HAM dan kerukunan umat beragama. 

Kaum atau bangsa Colonialism diibaratkan seperti maling sedikit berbicara banyak bekerja, atau seperti tukang santet, mereka yang berbuat orang lain yang disalahkan.

Bangsa Colialism menghancurkan, menyiksa dan menyakiti kaum muslimun karena mereka berfikir kaum muslimin di Uighur adalah kaum muslimin yang idealis dan radikal, padahal itu hanya sebuah pemikiran atau pandangan atau gagasan yang belum tentu merusak dan membahayakan masyarakat atau bangsa. karena Pemikiran atau pandanga pada hakekatnya ada dua yaitu diterima dan ditolak. Jika baik pandangan tersebut dapat diterima dan jika buruk pandangan atau pemikiran tersebut bisa ditolak. Jadi, pemikirannya atau pandangannya yang harus dibumihanguskan bukan orangnya.

Negara- negara di dunia termasuk Indonesia seharusnya melek bahwa yang membahayakan adalah bangsa colonialism bukan bangsa atau kaum idealism, oleh karena itu perlu adanya persatuan bangsa- bangsa yang cinta damai untuk mencegah bahkan mebumihanguskan bangsa colonialism. karen, bangsa kolonialismlah yang sesungguhnya merusak dan mengawatirkan keselamatan dan kedamaiana dunia.

Bangsa Indonesia seharusnya sadar, bahwa Indonesia pernah dijajah oleh negara-negara colonialis sehingga sampai saat ini perkembangan bangsa Indonesia terhambat. Disamping itu,Indonesia juga harus mengingat bagaimana penderitaan para pahlawan bangsa Indonesia terhadap perlakuan bangsa colonialis sehingga bangsa Indonesia dapat merasakan penderitaan kaum Muslimin di Uighur, Cina.

Mungkinkah Indonesia belum sadar dan belum tersentu hatinya sehingga masih diam seribu bahasa terhadap penderitaan dan penyiksaan yang dialammi kaum Muslimin di Uighur, cina?, atau mungkinkah Indonesia secara diam - diam sedang memikirkan langkah- langkah yang akan dilakukana untuk membantu kaum muslimin di Uighur, cina? 

Akan tetapi, jika berpikirnya terlalu lama atau diam seribu bahasa terlalu lama, kamu muslimin di Uighur, cina keburu hangus semua, alias koit merata dengan tanah. 

Bangkitlah bangsaku bangsa yang besar. Tunjukan kepada dunia bahwa colonialism harus diumihanguskan, dan mintalah kepada dunia untuk mengadili negara Colonialis tersebut. Karena Colonialism tidak sesuai dengan perdamaian dan peradaban dunia. 




Comments

Popular posts from this blog

REVOLUSI DIGITAL BEBASIS AKHLAK

Can Gamification Be a Solution to Increase Students' Interest in Learning?

Mengapa Guru harus Menjadi Activator.